KASUS
PENCULIKAN MELALUI PERKENALAN FACEBOOK
Kasus-kasus penculikan terhadap para
gadis setelah berkenalan dengan seseorang melalui Facebook, sudah seringkali
terjadi. Sebagian besar korbannya adalah wanita yang usianya masih relatif
muda, yakni belasan tahun. Mereka dengan mudah dibujuk dan dirayu oleh para
pelaku dengan menggunakan akun Facebook palsu. Modus ini biasa dilakukan oleh
para pelaku kejahatan, yang pandai membujuk dan merayu korbannya dengan
iming-iming materi atau janji manis lainnya. Untuk menghindari kejahatan
tersebut, sebaiknya para pengguna Facebook, berhati-hati saat berkenalan
seseorang melalui Facebook. Waspadalah. Berikut, adalah contoh kasus penculikan
maupun yang didahului dengan perkenalan di Facebook
Marieta Nova Triana (14), gadis
dibawah umur yang tinggal di Perumahan Mager Sari Permai Blok E2 Sidoarjo, Jawa
Timur yang menjadi korban penculikan setelah berkenalan melalui jejaring sosial
Facebook. Siwi SMP Kelas II di Surabaya, Jawa Timur ini menghilang sejak 6
Februari 2010 lalu sejak berkenalan dengan pria kenalannya di Facebook.Nova
dikenal oleh keluarganya sebagai anak pendiam dan jarang keluar rumah. Ia
kemudian diketahui berkenanalan dengan Ari melalui Facebook, korban sempat
dinasehati kakaknya untuk tidak mudah percaya pada lelaki yang baru dikenal
melalui dunia maya. Kini korban mengalami depresi setelah kasusnya merebak.
Kristina, kakak Nova mengaku mengetahui adiknya berteman dengan Ari melalui
Facebook. Bahkan ia sempat berbicara lewat telepon dengan Ari. Saat ditanya
Kristina, Ari mengaku seorang anak band yang telah putus sekolah dan tinggal di
Jakarta.
Dari seringnya berkomunikasi di Facebook, Nova dan Ari
akhirnya sepakat bertemu di Jakarta saat keluarga Nova menghadiri acara
pernikahan paman Nova di BSD. Kristina menambahkan, adiknya kini lebih banyak
mengurung diri didalam rumah.Nova mengaku malu dan stress karena kasusnya
merebak setelah diberitakan media. Saat ini Nova masih di rumah kerabatnya di
Jakarta ditemani kedua orangtuanya. Polisi menemukan Nova saat, korban sedang
berjalan-jalan di wilayah Tangerang, Banten. Informasi yang diperoleh, Nova di
temukan bersama teman laki-lakinya bernama Ari. Keduanya menjalani pemeriksaan
secara intensif di Mapolres Tangerang. Tim penyidik yang dipimpin oleh Kompol
Audie Latuheru dan AKP Danang D Kartiko menemukan keduanya di kawasan Jatiwung,
Tangerang malam. Korban datang ke Jakarta bersama orangtuanya, Heri Kristiono
dan Sri, untuk menghadiri acara pernikahan adik Heri, Gatot Yunianto di gereja
Johanes, Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Jumat 5 Febuari 2010. Korban diduga
dijemput tiga lelaki dengan sepeda motor dari Cluster City Alamanda Blok L 14,
BSD, Tangerang. Selang sehari kemudian dia diberitakan menghilang.
Dalam kasus di atas pandangan dalam
bidang psikologi yaitu masa remaja adalah konstruksi social. Dan remaja lebih
cnderung menghabiskan banyak waktu mereka di dunia mereka sendiri, sebagian
orang terpisah dari orang dewasa (Larson & Wilson,2004).
MASA REMAJA : WAKTU MEMBAGI
KESEMPATAN DAN REIKO
Masa remja menawarkan banyak kesempatan untuk
prtumbuhan, tidak hanya dari dimensi fisik, tetapi juga dalam kompetensi
kognitif dan emosional, otonomi, harga diri, dan intimasi. Anak muda yang
mempunyai hubungan yang dekat dengan orang tua, sekolah, dan komunitanya
cenderung berkembang dengan poitif dan sehat (Youngblade dkk, 2007). Saat ini
menghadapi ancaman bahaya akan keadaan fisik dan kesejahteraan mental, termasuk
angka kematian yang tinggi dan kecelakaan, pembunuhan, dan bunuh diri (Easton
dkk.,2008). Seperti yang kita lihat, perilaku yang beresiko mencerminkan
ketidakmatangan otak pada masa remaja. Survai nasional pada 1.400 siswa SMA
mengungkapkan bahwa melakukan hal-hal yang berani hanya sebagai tren.
GLOBALISAI MASA REMAJA
Annak-anak muda saat ini hidup di
lingkungan global, jaringan dan interakoneksi dan interdependesi. Sisi baiknya
dalam masa globalisasi ini adalah dapat mengakses informasi hiburan di internet
sangat mudah dan cepat. Globaliasi dan modernisasi merupakan gerakan yang
terjadi di seluruh dunia. Penyebaran yang cepat akan teknologi, membuat pengetahuan
merupakan sumber utama.
Kesimpulan :
di era globalisasi yang semakin maju ini
informasi yang baik ataupun yang buruk dapat di akses secara mudah dan gampang,
bahkan kejahatan juga bisa sangat gampang mausk pada dunia internet terutama di
soial media yang pengguna nya rata-rata masih merupakan remaja awal dan masih
sangat labil dan berpikir dan bertindak sehingga munculah niat jahat dari
oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab seperti kasus di atas.
Sumber:
Diane E. Papalia Ruth
Duskin Feldman dengan Gabriela Martorell .(2015).
Menyelami Perkembangan Manusia .Jakarta:
Salemba Humanika.